• Lorem ipsum
  • Dolor sit a met
  Tips, use query like this to get relevance result: "artist - song title"

CreativeDisc Exclusive Interview With A1: Memilih Jakarta sebagai Awal Rangkaian Konser 20th Anniversary

Posted on March 12, 2017 by Tony
85 out of 100 based on 890 user ratings
Loading ...
CreativeDisc Exclusive Interview With A1: Memilih Jakarta sebagai Awal Rangkaian Konser 20th Anniversary

Generasi 90an pasti tidak asing lagi dengan boy band asal UK-Norwegia yang melejit dengan lagu-lagu seperti ‘Everytime’, ‘Take On Me’ dan ‘Caught in the Middle’ ini. Full Color Entertainment siap untuk menggelar A1 20th Anniversary “Reunion” Tour di Doubletree by Hilton Jakarta, hari ini, Jumat 19 Oktober.

Yup, A1 is back! Reuni A1 ini terasa sangat spesial untuk konser kali ini. Selain kembali dengan formasi lengkap beranggotakan 4 personil, yang terdiri dari Ben Adams, Mark Read, Christian Ingebrigtsen dan Paul Marazzi ini merayakan 20 tahun berkaryanya di industri musik membuka rangkaian konsernya dengan menggelar pertunjukkan pertamanya di Jakarta. What a privilege!

Tak hanya itu, A1 baru saja merilis single terbarunya ‘Armour’, yang menjadi single pertama mereka dengan formasi lengkap setelah 16 tahun! Simak keseruan interview CreativeDisc bersama A1 bisa kamu simak berikut ini:

CD: Bagaimana perasaan kalian bisa reuni kembali dan membentuk A1 versi awal?
Ben: Luar biasa! Ini momen bersejarah untuk kami, karena ini konser pertama kalinya di dunia, dimana kami tampil kembali dengan 4 anggota. Sangat menakjubkan karena kami punya rancangan konser yang menarik, dengan lagu-lagu hits terdahulu yang tentunya digemari para fans kami. Dan kita sudah tidak sabar lagi, karena ini bakal jadi sangat menyenangkan.

CD: Mengapa Jakarta yang dipilih untuk konser pertama ini?
Mark: Ini kota yang menakjubkan. Terwujud karena keinginan fans yang begitu kuat saat kami mengumumkan bahwa kami akan reuni dan menggelar konser, kemudian mengumumkan kota Singapore lalu Manila. Dan para fans disini sangat menginginkan kami kemari, jadi akhirnya kami memilih untuk memulainya disini.

CD: Ini kali ketiga kalian datang ke Jakarta?
Ben: Saya rasa lebih dari tiga kali, tapi mungkin yang ketiga di tahun-tahun belakangan ini.

CD: Sejauh mana kalian mengenal Jakarta?
Christian: Sangat sulit menjelaskannya karena kami tidak begitu mengenal kota ini. Karena selama disini, kami langsung diantar ke tempat tujuan lalu menghabiskan banyak waktu menginap di hotel, dan orang-orang yang mendatangi kami. Tapi hari ini sepertinya kami akan keluar, mencari tempat makan, menikmati kota ini lebih lagi. Kami memang beberapa kali kemari, dan dari apa yang kami lihat, ini adalah kota yang indah. Kami bisa melihatnya dari pesawat, kota yang indah. Pemandangannya indah, orang-orangnya yang baik. Kami bahkan kebanjiran hadiah dari para fans kemarin, dan juga Batik yang kami pakai ini sangat bagus.

Bisa ceritakan sedikit mengenai lagu terbaru kalian, ‘Armour’?
Christian: Lagu ini tercipta dari percakapan. Banyak lagu-lagu bagus yang tercipta dari sebuah percakapan. Saya adalah orang yang sensitif, kadang-kadang saya berharap ada perisai di hati saya untuk melindungi saya dari berbagai macam pengalaman. Dan muncul ide untuk bagian chorus, bahwa kita bisa saling menjadi perisai untuk sesama. Dan itu menjadi pesan yang penting untuk siapapun yang mengalami pergumulan yang ada di dunia. Dan perisai yang terbaik adalah satu sama lain. Kita bisa sama-sama membuat hari-hari menjadi lebih aman dan lebih baik untuk orang-orang yang kita cintai… Tapi lagu tersebut juga sebuah lagu cinta..
Mark: saya rasa kami terlalu banyak menonton ‘Game of Thrones’ (sambil tertawa). Serial tersebut salah satu inspirasinya. Kami banyak menonton seri tersebut belakangan ini. Musiknya pun terdengar seperti musik dari Game of Thrones. Rasanya waktunya tepat untuk membuat lagu yang memiliki tema sendiri. Jika kamu ingat Taylor Swift di awal kemunculannya menyanyikan lagu-lagu cinta, ada temanya. Lagu ini lagu pertama kami yang memiliki tema. Meskipun berisi metafora tentang bagaimana peduli dengan seseorang, melindunginya, namun kami punya gambaran apa yang akan kami sajikan di video musiknya nanti. Akan seperti ‘Game of Thrones’ nantinya..

CD: Jadi, apakah ini pemanasan untuk album baru?
Ben: Di era saat ini, kamu tidak terlalu membutuhkan sebuah album. Yang dilakukan adalah merilis single demi single. Dan kami sudah memikirkan, selepas tur kami di UK pasti kami sudah punya beberapa lagu yang siap dirilis dan bisa menjadi sebuah album. Ya, kami reuni tidak hanya untuk sebuah tur, tapi juga untuk hal lainnya di masa datang.

CD: Dari sekian banyak lagu yang kalian miliki. Lagu apa yang menjadi favorit kalian masing-masing?
Paul: Bagi saya lagu ‘Everytime’. Lagu tersebut adalah lagu pertama yang mereka (Ben, Christian, Mark) berikan kepada saya. Mereka yang menulisnya, bukan aku. Dan lagu ini adalah lagu yang kami latih pertama kali, di saat kami belum ada kontrak rekaman apapun. Jadi kami datang ke rumah Mark, dan memintaku untuk mendengarkan lagu tersebut. Dan seketika saya berpikir bahwa mereka benar-benar serius (untuk bermusik). Sejak hari itu, lagu tersebut menjadi lagu favorit saya.
Mark: Saya ingin memberikan sedikit penjelasan mengenai lagu ‘Everytime’. Apa yang barusan Paul jelaskan membuat saya merasa proses tersebut seperti baru saja terjadi kemarin. Kami berada di rumah saya, dan pada saat itu saya memiliki sebuah piano di ruangan saya. Saya ingat kami semua duduk bersama dan seketika menemukan ide untuk sebuah bait lagu, kemudian saya memainkan melodinya di piano, dan langsung merasa bahwa ini adalah awal yang bagus. Dan dari situlah lagu tersebut tersusun. Christian datang terlambat pada waktu penulisan lagu tersebut karena perjalanan jauh. Dan kemudian dia bilang bahwa dia ada ide syair untuk dijadikan chorus lagu tersebut, dan itu sangat pas sekali. Rangkaian-rangkaian tersebut bertransformasi menjadi sebuah lagu. Hal itulah yang terjadi di grup ini. Semuanya terjadi dengan sendirinya, secara organik. Untuk saya, lagu favorit saya adalah ‘One More Try’, karena itu adalah lagu pertama yang kami tulis sebagai sebuah grup.
Christian: uhmm, bagi saya adalah ‘Armour’. Memang itu lagu baru, tapi buat saya itu adalah salah satu lagu terbaik kami.
Ben: buat saya, lagu ‘Caught in the Middle’.

CD: Apa yang kalian siapkan untuk pertunjukkan besok?
Christian: besok kami akan melakukan semuanya.. Kami sudah melakukan riset mengenai lagu-lagu yang paling banyak didengarkan oleh para fans, dan kami berusaha untuk menampilkan semuanya.
Mark: kami akan menyanyikannya secara live.
Paul: kami memilih lagu-lagu yang populer di wilayah ini, serta lagu-lagu favorit kami. Juga ada lagu-lagu yang belum pernah kami nyanyikan live sebelumnya. Menurut kami konsepnya sangat sempurna..
Christian: kami juga sudah menyiapkan lagu yang kami sebut ‘kumpulan lagu yang tidak pernah kami nyanyikan’. Pada dasarnya berisikan lagu-lagu yang tidak pernah tampilkan sebelumnya karena terpaksa harus diganti dengan lagu-lagu yang lebih populer. Tapi kami tahu para fans senang dan akan sangat menikmati lagu-lagu tersebut. Kami sangat antusias untuk menampilkan lagu tersebut.

CD: Bisa disebutkan satu lagu yang akan dinyanyikan di medley tersebut?
Bersahutan: When I’m Missing You, Hey You.
Ben: kami tidak ingin membocorkan lebih banyak lagi.
Paul: pokoknya lagu-lagu yang tidak pernah kami rilis.

CD: Apa pesan-pesan untuk para fans kalian di Indonesia?
Ben: kami tidak sabar ingin melihat kalian di konser kami. Buruan beli tiketnya, karena kami hanya menggelar satu kali show disini. Dan belum tahu kapan kami akan kembali. Jadi ini saatnya untuk menyaksikan kami.
Christian: kami sangat ingin bertemu kalian di show kami.
Ben: ini adalah kesempatan terakhir untuk kalian menyaksikan konser pertama kami berempat!